Hajar Aswad dan Riwayatnya

2:36 AM
Hajar Aswad dan Riwayatnya - Salah satu yang menarik dari Kakbah yakni adanya batu Hajar Aswad yang tertanam di sudut timur Kakbah. Hajar Aswad merupakan batu hitam berbentuk lonjong tak beraturan yang diyakini berasal dari surga.

Sejak dahulu sifat Hajar Aswad menjadi bahan penelitian ilmiah para ilmuwan dan penikmat sejarah. Ada yang mengatakan Hajar Aswad adalah batu basalt, batu akik atau agate, sepotong kaca alami sampai pecahan dari batu meteorit.

Hajar Aswad dan Riwayatnya

Hajar Aswad dan Riwayatnya
Hajar Aswad dan Riwayatnya

Kajian atas Hajar Aswad dalam catatan sejarah muncul dari literatur Barat pada abad ke-19. Laman Ancient-Origins menuliskan penjelajah Swiss, Johann Ludwig Burckhardt pada 1814 mengunjungi Mekah dan kemudian memberikan deskripsi rinci batu suci tersebut dalam bukunya, Travels in Arabia yang diterbitkan pada 1829.

Dalam catatannya, Burckhardt kala itu menggambarkan Hajar Aswad berbentuk oval tak beraturan, diameter tujuh inchi dengan permukaan tak beraturan. Penjelajah itu menuliskan, Hajar Aswad terdiri dari berbagai pecahan batu kecil yang disatukan dengan sangat halus.

Kajian selanjutnya atas Hajar Aswad dilakukan oleh kurator koleksi perhiasan Kerajaan Austro-Hungaria, Paul Partsch. Sosok ini merupakan orang pertama yang menyatakan Hajar Aswad sebagai batu meteorit pada 1857. Namun berdasarkan ciri fisiknya, Robert Dietz dan John McHonde dari Universitas Illinois, AS pada 1974 dalam dokumen Cosmic Debris: Meteorites in History. University of California Press (1991), menyimpulkan Hajar Aswad sebenarnya batu akik.

Menurut laman Ancient-origins, ahli geologi Universitas Oxford, Inggris menunjukkan tanda Hajar Aswad bagian dari meterorit. Geolog Universitas Oxford, Anthony Hampton mengakui untuk meneliti Hajar Aswad memang sangat terbatas, sebab tidak bisa sembarangan mengakses batu tersebut untuk diteliti.

Makanya Hampton meneliti Hajar Aswad dengan menganalisis sampel pasir lokal yang diambil dari radius 2 kilometer dari tempat ditemukannya Hajar Aswad. Hasil analisis sampel mengungkapkan, jumlah iridium atau logam yang ditemukan di meteorit pada sampel punya jumlah yang berlimpah dan lebih tinggi dari rata-rata iridium yang ditemukan di kerak Bumi.

Soal anggapan Hajar Aswad adalah batu meteorit direspons berbeda oleh British Natural History Museum. Institusi ini menunjukkan kemungkinan batu suci tersebut pseudometeor, atau sebenarnya Hajar Aswad  adalah batu di Bumi tapi keliru dikaitkan sebagai batu dari luar angkasa.

Pada 1980, Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen, Denmark mengajukan hipotesis yang berbeda. Menurut dia, seperti yang tercantum dalam dokumentasi New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Hajar Aswad merupakan pecahan kaca yang pecah akibat tumbukan meteor yang jatuh di Wabar, sebuah tempat di gurun Rub’ al Khali, 1.000 kilometer di timur Mekah. Meteor ini diperkirakan jatuh pada 6.000 tahun lalu.

Kawah di Wabar terkenal banyaknya blok kaca silika yang disatukan oleh panasnya benturan dan dipenuhi butiran paduan besi nikel dari meteorit.

Dalam puisi Arab kuno, Wabar dikenal sebagai situs kota menakjubkan tapi hancur oleh api dari langit akibat kejahatan kerajaan kala itu.

Sebuah analisis ilmiah atas kawah Wabar pada 2004 menunjukkan, dampak dari umur kawah Wabar diperkirakan 200-300 tahun terakhir.(Portal Islam)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »