Hijir Ismail dan Kisah Angin Surga

2:49 AM
Hijir Ismail dan Kisah Angin Surga - Jika mengunjungi Ka'bah, umat muslim tentu akan melihat pada satu bagian sisi antara Rukun Iraki dan Rukun Syami, terdapat tembok setengah lingkaran setinggi satu meter. Tembok seolah memagari dinding tersebut. Hanya sisi ini saja yang seperti itu. Dan, saat tawaf, jemaah juga akan ikut memutari bagian ini.

Ya, itulah Hijir Ismail. Sedangkan pagar tembok setinggi sekitar satu meter itu dinamakan Al Hatim. Hijir Ismail memiliki sejarah setua Ka'bah. Di sanalah dahulu Nabi Ismail AS sering berada dalam pangkuan ibunya, karena itulah bagian ini dinamai Hijir Ismail yang secara harafiah berarti pangkuan Ismail. Konon di sini pulalah Ismail dan ibunya, Siti Hajar dimakamkan.

Hijir Ismail dan Kisah Angin Surga

Hijir Ismail dan Kisah Angin Surga
Hijir Ismail dan Kisah Angin Surga

Meski tidak berupa bangunan, Hijir Ismail termasuk dalam bagian Ka'bah. Dalam sebuah riwayat Aisyah ra pernah meminta izin kepada suaminya, Nabi Muhammad SAW, untuk masuk ke  dalam Ka'bah. Rasulullah lalu membawa Aisyah ke Hijir Ismail, sambil bersabda, "Salatlah di sini kalau ingin salat di dalam Ka'bah, karena ini termasuk bagian dari Ka'bah."

Karena itulah tidak dibenarkan seseorang melakukan tawaf dalam Hijir Ismail. Jika dilakukan, maka tidak sahlah tawafnya.

Dalam sejarahnya, Ka'bah mengalami beberapa kali perubahan. Demikian pula Hijir Ismail. Ketika Ka'bah dipugar kaum Quarisy pada tahun 606 Masehi, saat Nabi Muhammad SAW berusia 35 tahun, mereka kehabisan dana yang halal untuk membangun Ka'bah seukuran aslinya. Karena itu mereka mengurangi panjang tembok di sisi Barat dan sisi Timur di bagian utara kurang lebih tiga meter. Itulah sebabnya luas Ka'bah menjadi berkurang, sedang luas Hijir Ismail bertambah.

Pada kitab Fi Rihaabil Baitil Haram disebutkan tentang keistimewaan Hijir Ismail, yakni terkait angin surga. Jemaah yang beruntung disebutkan bisa merasakan hembusan angin surga sewaktu-waktu jika tawaf melintasi Hijir Ismail. Dijelaskan, pada suatu ketika, Nabi Ismail AS menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya Mekah, lalu Allah menurunkan wahyu kepadanya: "Sekarang Aku buka di Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti."

Sebagaimana dinding Multazam, di Hijir Ismail ini pun banyak jemaah berebut melaksanakan salat sunah karena diyakini doa yang dipanjatkan kepada Allah di tempat ini akan mustajab. Dalam satu riwayat Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada Abu Huraira: "Wahai Abu Hurairah sebetulnya di pintu Hijir Ismail ada Malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan salah dua rakaat di Hijir itu, kau telah diampuni dosa-dosamu, mulailah dengan amalan-amalan baru."

Salat di Hijir Ismail adalah salat sunah biasa yang tidak ada hubungannya dengan sunah-sunah tawaf, dan dapat dilakukan kapan saja bila ada kesempatan.

(Sumber: Haji dan Umrah bersama Quraish Shihab dan Buku Pintar Haji dan Umrah)(Portal Islam)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »