Kabah Peninggalan Nabi Ibrahim

2:32 AM
Kabah Peninggalan Nabi Ibrahim - Kakbah merupakan bangunan suci yang berada di Komplek Masjidil Haram, Kota Mekah. Tempat suci itu disyariatkan sebagai kiblat bagi seluruh umat Muslim di penjuru dunia. Setiap kali salat (baik wajib maupun sunah), umat Islam wajib menghadap ke arahnya.

Bangunan berbentuk kubus itu juga merupakan simbol kesucian ibadah haji dan umrah. Kakbah menjadi poros yang wajib dikelilingi jutaan umat Islam setiap kali menunaikan ibadah tawaf di tanah haram.

Kabah Peninggalan Nabi Ibrahim


Kabah Peninggalan Nabi Ibrahim
Kabah Peninggalan Nabi Ibrahim


Namun, tahukah Anda bahwa tanah yang berdiri di atasnya Kakbah awalnya hanyalah hamparan padang pasir gersang, tak ada tanda-tanda kehidupan sejauh mata memandang. Aliran Zamzam lah yang mengubah daerah tandus itu menjadi sebuah tempat dimulainya peradaban Islam.

Cerita Kakbah dimulai dari perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk membawa istrinya, Siti Hajar bersama anaknya, Ismail, ke sebuah padang pasir tandus yang kelak bernama Mekkah. Ibrahim, lantas meninggalkan anak dan istrinya di padang tandus tersebut. Atas kuasa Allah, mata air Zamzam muncul dari bawah kaki mungil Ismail saat menangis kehausan.

Nabi Ibrahim diperintahkan Allah membangun Kakbah pada posisi Qubah yang telah Allah turunkan kepada Nabi Adam. Bangunan Kakbah lama sebelumnya pernah dibangun Nabi Adam, namun hancur tersapu banjir bandang di zaman Nabi Nuh As.

Dibantu putranya Ismail, Ibrahim mulai membangun Kakbah dari bebatuan yang diambil dari bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.

Pada awal pembangunannya, tinggi bangunan Ka'bah berkisar 9 hasta (4,5 meter), panjangnya dari arah timur 32 hasta (16 m), dari arah barat 31 hasta (15,5 m), dari arah selatan 20 hasta (10 m), dan dari arah selatan 22 hasta (11 m).

Ibrahim tidak membuat atap untuk Kakbah. Ia hanya membuatkan dua pintu Kakbah. Pintu pertama terbuka ke timur dan kedua terbuka ke barat. Malaikat Jibril turun dengan Hajar Aswad lalu menunjukkan kepada Ibrahim posisi Hajar Aswad. Ibrahim meletakkan Hajar Aswad di tempatnya.

Sepeninggal Ibrahim, Kakbah memang mengalami beberapa kali pemugaran. Kaum Quraisy yang memegang kendali Kakbah setelah Ibrahim wafat, merenovasi bangunan Kakbah yang semula dibangun Ibrahim.

Kaum Quraisy meninggikan bangunan dan memberikan atap di bagian atas Kakbah untuk menghindari pencurian. Untuk itu, bangunan awal Kakbah dirobohkan terlebih dahulu. Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi juga pernah dilakukan pascabanjir besar melanda.

Renovasi terbesar yang dilakukan pada tahun 692 Masehi. Bangunan Kakbah yang dulunya sempit, kini berada di ruang terbuka di tengah sebuah masjid yang kini dikenal dengan Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu masjid diganti dengan menggunakan marmer dan sisi masjid diperluas, ditambah dengan beberapa menara.

Renovasi Masjidil Haram terus dilakukan hingga saat ini, seiring berkembangnya Islam dan semakin banyaknya jemaah haji dari seluruh penjuru dunia ke Tanah Suci. Namun, perubahan bangunan modern Masjidil Haram terjadi pada 1520 pada kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur pada tahun tersebut yang kemudian dipertahankan oleh kerajaan Arab Saudi sampai pada saat ini.

Kakbah sendiri sering disebut Baitullah (Rumah Allah SWT), atau Baitul 'Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dinding-dinding sisi Kakbah diberikan nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap, terkecuali satu dinding yang diberikan nama dengan sebutan "Rukun Hajar Aswad".

Sementara itu, ama sudut (rukun) atau keempat dinding Kakbah tersebut antaranya, sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak); sebelah Barat Rukun Syam (Suriah); Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman); Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Keempat, sisi Kakbah yang ditutup dengan selubung yang dinamakan dengan Kiswah. Sejak zaman Nabi Ismail, Kakbah sudah diberikan penutup yang berupa Kiswah ini. Saat ini, Kiswah tersebut terbuat dari bahan sutra asli yang dilengkapi kaligrafi dari benang emas.

Dalam setahun, Kakbah dicuci sebanyak dua kali, pada awal bulan Dzul Hijjah dan awal bulan Sya'ban. Kiswah yang diganti sekali dalam setahun. (Diolah dari berbagai sumber)(Portal Islam)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »